Pada link video di bawah kita akan terinspirasi oleh sebuah perusahaan perkebunan pisang yang sangat komitmen dengan kualitas dan standar mutu yang tinggi. Sila menyaksikan..
Dipublikasikan tanggal 2 Agt 2018 Pemanfaatan lahan sawit sebagai lokasi ternak sapi banyak manfaat yang di hasilkan, terutama lahan yang luas, pakan ternak cukup tersedia karena rumput liar yang tumbuh di bawah pohon , karena itu bisa di ambil dan di manfaatkan sebagai suplai makanan bagi sapi – sapi di kebun kelapa sawit. Manfaat lainnya adalah kotoran ternak dari sapi-sapi tersebut secara otomatis sebagai pupuk kandang bagi tanaman dengan demikian akan mengurangi pembelian pupuk an organik atau pupuk pabrikan. Berikut link videonya: https://youtu.be/MJmXzhW9bmw
Tentunya, Anda sudah tidak asing dengan tanaman pisang. Buah pisang belakangan ini sudah menjadi buah favorit bagi masyarakat. Selain karena harganya yang cukup terjangkau, tanaman pisang juga banyak dijumpai di mana saja. Selain itu, tanaman pisang juga bisa diolah menjadi aneka makanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti kue pudding, es pisang ijo, hingga pisang goreng. Karena inilah, sangat mungkin meraup laba puluhan juta dari hanya 100 pohon pisang. Karena memang sudah banyak yang melakukannya, maka menanam 100 pohon pisang beromset puluhan juta terbukti! Untuk jenis pisang sendiri, sebenarnya ada banyak yang bisa dibudidayakan, seperti pisang ambon, pisang kapok, pisang mas, pisang raja, pisang nangka, hingga pisang tanduk. Permintaan akan pisang ini di pulau Jawa sendiri masih tinggi, bahkan meningkat di tiap tahunnya. Bahkan, menurut Tarto, salah seorang petani pisang yang berhasil membudidayakan pisang jenis raja, harga satu tandan pisang raja masih tinggi, antara ...
Memiliki kekurangan fisik tidak menjadi hambatan untuk berkarya dan bercita-cita. Seger Suyono menjadi salah satu difabel yang patut dicontoh. Dia mempunyai semangat tinggi untuk menjadi orang sukses dan mandiri kendati hanya duduk di kursi roda. Seger mengalami lumpuh di kedua kakinya karena saat umur 2 tahun sakit polio. Seger merupakan salah satu sosok lulusan Panti Bina Daksa Budi Bhakti yang sukses berwirausaha. Dia tinggal di panti pada tahun 1994. Pria asal Lampung tersebut menghabiskan waktu satu tahun di panti. Bersama 35 temannya, dia mendapat rekomendasi dari Dinsos Lampung untuk mendapat pelatihan di Panti Bina Daksa Budi Bhakti. Saat itu, panti masih di bawah kendali Kementerian Sosial dan penghuninya berasal dari berbagai wilayah di luar Jakarta. "Saya ke Jakarta tanpa diketahui orang tua. Mereka baru tahu pas saya kirim surat minta uang untuk beli seragam kemeja putih celana hitam," tutur Seger sambil tertawa, saat ditemui di tempat percetakan dan sablon milikn...
Komentar
Posting Komentar